Selasa, 25 Agustus 2015

Renungan hari ini

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Untuk teman-teman yang baru mulai bekerja, ada masa yang jika berhasil dilewati maka pekerjaan itu akan langgeng. Masa itu adalah 3 bulan pertama dan 3 bulan berikutnya.

Untuk mencintai suatu pekerjaan setidaknya seseorang butuh waktu 6 bulan. Pada waktu yang singkat ini, seseorang barulah mengenal sebuah pekerjaan, baru kemudian dapat mengembangkannya sesuai dengan passion masing-masing.

Dalam dunia kerja, banyak faktor yang mempengaruhi alasan yang membuat seseorang bertahan dalam sebuah pekerjaan, baik pekerjaan itu sendiri, upah yang diperoleh, lingkungan kerja dan situasi kerja. Semua faktor tersebut, apabila salah satunya dianggap tidak memuaskan, maka seseorang akan mencoba mencari pekerjaan baru. Namun, bagaimana pun itu tidak mudah, banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Saat ini, dengan menggunakan ijazah DIII saya bekerja di Kantor Pusat  salah satu Bank Syariah terdepan di Indonesia. Lucky!!!. Yap, alhamdulillah sebuah keberuntungan. Tapi sebelum bangga dengan pekerjaan saya ini, ada banyak hal yang harus saya lalui. Saya berniat melanjutkan studi S1 dan berangkat dari kampung halaman saya. Saya kuliah di salah satu perguruan swasta dan harus bekerja untuk hidup & membiayai kuliah saya. That's the point.

Sebelumnya saya ingin share mengenai prinsip kerja "Saya bekerja untuk perusahaan, bukan untuk atasan". Jadi selama tindakan saya tidak merugikan perusahaan, maka saya tidak akan mundur. Bagi saya BNI Syariah tidak hanya perusahaan tempat saya bekerja, tapi merupakan malaikat penolong saya. Selama 4 bulan menganggur dan akhirnya mendapatkan pekerjaan di Bank Syariah, penantian yang tak sia-sia. Golden ticket untuk dapat gelar S1 & meniti karir.

3 bulan pertama merupakan masa yang sulit, penyesuaian antara pekerjaan dan pendidikan. Pagi bekerja & malam harus kuliah. Pekerjaan yang langsung menumpuk, pressure dari atasan membuat keinginan saya untuk berhenti setelah kontrak training selesai sangat kuat. 3 bulan berikutnya, pekerjaan sudah mulai berkurang, tapi pressure tetap saja ada dan tidak menyurutkan niat saya untuk mundur.

Tapi satu hal yang membuat saya tetap bertahan, kata-kata seorang teman yang seakan memberi kekuatan terhadap pertanyaan yang kuajukan "lebih baik mundur, atau mundur tapi tersiksa", Namun dia menjawab "Tidak ada jalan yang mulus san tanpa air mata untuk menuju kesuksesan. Jika kamu mundur, maka kamu kalah. Tetaplah bertahan & tunjukkan bahwa kamu jauh lebih baik daripada apa yang dia fikirkan"


*Bekerjalah untuk perusahaan yang memberikan kehidupan kepadamu, bukan sekedar memberikan upah semata
*Yakinlah, jika jalan yang kamu tempuh saat ini menyulitkan, Allah sedang bicara kepadaMu "Hold on, I'm preparing something best for you".

 Nice smile

1 komentar: